Agresi Terus Berlanjut, Iran Desak DK PBB Tindak Israel

Jakarta, IDM – Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani mengecam apa yang ia gambarkan sebagai “serangan militer berskala besar dan tak beralasan” oleh Israel yang dilancarkan sejak 13 Juni lalu.
Baca Juga: Israel Sebut Iran Luncurkan Bom Cluster
Ia menyebut bahwa serangan itu bukan tidak disengaja, "bukan kerusakan tambahan. Itu adalah kejahatan perang yang disengaja, tindakan teror Negara dan contoh perang biadab,” katanya dalam sidang Dewan Keamanan PBB, melansir News.un.org, Sabtu (21/6).
Ia pun menegaskan kembali bahwa program energi nuklir Iran bersifat damai. Sebaliknya, Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir secara diam-diam.
Baca Juga: Fordow, Tempat Misterius Pengayaan Nuklir Iran yang Sulit Ditembus Israel
Serangan balasan Iran terhadap Israel, kata Iravani, dilakukan sesuai dengan hukum internasional. Ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak dan memperingatkan resiko jika gagal menahan Israel, maka akan menunjukkan bahwa aturan internasional diterapkan secara selektif. “Kegagalan Dewan untuk bertindak…akan menjadi bentuk pengabaian tanggung jawab Dewan yang mendalam,” ujarnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































