37 Prajurit TNI Naik Pangkat di Kongo, Dansatgas: Momen Tingkatkan Pengabdian dan Profesionalisme

Jakarta, IDM – Komandan Satgas Kolonel Inf Fardin Wardhana memimpin upacara kenaikan pangkat 37 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas BGC XXXIX-G Monusco di Yudhoyono Camp, Republik Demokratik Kongo pada Rabu (1/4).
Baca Juga: Inggris dan Puluhan Negara Jajaki Sanksi agar Iran Buka Selat Hormuz
Dansatgas menyampaikan, kenaikan pangkat di daerah penugasan adalah momen yang membanggakan sekaligus jarang terjadi.
“Pencapaian tersebut dijadikan motivasi untuk meningkatkan pengabdian, loyalitas, dan profesionalisme sebagai prajurit penjaga perdamaian dunia,” kata Dansatgas dikutip dari siaran pers Kostrad, Jumat (3/4).
Selain itu, Dansatgas juga mengingatkan para prajurit untuk terus menjaga disiplin serta menjadikan kenaikan pangkat sebagai sarana introspeksi diri guna menghindari pelanggaran, sekaligus wujud tanggung jawab dalam mengemban tugas negara dan menjaga nama baik TNI di kancah internasional.
Baca Juga: Upacara Penghormatan Digelar untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Berdasarkan rilis resmi Penerangan Kostrad, upacara kenaikan pangkat tersebut diikuti oleh 2 perwira, 20 bintara, serta 10 tamtama yang menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































