26 Negara Siap Beri Dukungan Militer kepada Ukraina Pascaperang

Jakarta, IDM – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan bahwa 26 negara berjanji untuk memberi dukungan militer pascaperang ke Ukraina, termasuk mengerahkan pasukan darat, laut, dan udara.
Hal itu ia ungkapkan usai KTT 'Coalition of the Willing', gabungan negara-negara yang mendukung Ukraina, di Istana Elysee, Prancis, pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: China Bantah Undang Putin dan Kim Jong Un untuk Konspirasi Lawan Trump
“Saat ini kami memiliki 26 negara yang telah secara resmi berkomitmen, beberapa lainnya belum mengambil posisi, untuk mengerahkan pasukan sebagai ‘pasukan penenang’ di Ukraina," ujarnya melansir keterangan resmi Kepresidenan Prancis Elysee, Jumat (5/8).
Ia menuturkan, pasukan tersebut tidak akan dikerahkan di garis depan tetapi bertujuan untuk “mencegah agresi besar baru." Namun, ia tidak menyebutkan jumlah pasukan maupun daftar negara yang berkomitmen untuk hal tersebut.
Lebih lanjut, ia menyebut beberapa negara akan memberi dukungan dari luar Ukraina, misalnya dengan melatih dan mempersenjatai pasukan Kyiv.
Baca Juga: Bertemu Putin di Cina, Presiden Korut Kembali Tekankan Komitmen Kemitraan
Ia pun mengatakan kontribusi AS dalam inisiatif ini akan difinalisasi dalam beberapa hari mendatang. Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menyatakan apresiasi atas komitmen Eropa mewujudkan langkah konkret.
"Seperti yang dikatakan Emmanuel, 26 negara telah sepakat untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina. Dan saya pikir hari ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kita memiliki sesuatu yang benar-benar konkret dan serius," imbuhnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































