Zelensky Coba Hubungi Putin Untuk Hentikan Invasi

Jakarta, IDM – Setelah Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan mulai memanggil pasukan cadangan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato bahwa dirinya menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin Kamis (24/02). Dilansir dari Theguardian.com Zelensky mengatakan bahwa Putin belum menerima teleponnya.
“Hari ini saya memulai panggilan telepon dengan presiden Federasi Rusia. Hasilnya adalah keheningan,” kata Zelensky.
Zelensky menegaskan agar perang dapat dihentikan. Ia juga meminta kepada masyarakat sipil Rusia untuk dapat menggunakan akal sehat mereka.
Sementara Zelensky mencoba melakukan pendekatan melalui berbicara langsung kepada masyarakat sipil Rusia, Zelensky memprediksi bahwa media Rusia tidak akan menyiarkan pidatonya.
"Saya tahu pidato saya ini tidak akan ditayangkan di TV Rusia, tetapi rakyat Rusia perlu melihatnya," ungkap Zelensky.
Zelensky menambahkan bahwa masyarakat sipil Rusia juga perlu tahu yang sebenarnya bahwa invasi ini harus dihentikan sebelum banyak memakan korban.
“Dengarkan dirimu sendiri, suara nalar. Rakyat Ukraina menginginkan perdamaian,” kata Zelenskiy.
Dalam pidato tersebut Presiden Ukraina tersebut juga menyampaikan jika seseorang mencoba untuk mengambil tanah, kebebasan, kehidupan, kehidupan anak-anak, tentara Ukraina akan siap membela negaranya. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































