PARLEMEN

Yan Permenas Mandenas: Perlunya Pendekatan Teritorial di Papua

Yan Permenas Mandenas: Perlunya Pendekatan Teritorial di Papua
Anggota Komisi 1 DPR RI Yan Permenas Mandenas saat mengunjungi Pos Koramil 1715-01 Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Selasa (14/12/21). Dok. Albrianso/IDM

Papua, IDM - Anggota komisi 1 DPR RI Yan Permenas Mandenas Dalam Kunjungan Kerja ke Pegunungan Bintang , Papua, selasa (14/12/21) mengatakan saat ini Komisi I DPR RI tengah berupaya mencari jalan keluar dengan kebijakan pendekatan teritorial di Papua.

Berbagai upaya tengah dilakukan TNI-Polri untuk menciptakan keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru di kawasan pegunungan Papua.

Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir ini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi penyerangan di sejumlah wilayah di Papua.

"Sekarang kami tengah mendorong perubahan kebijakan Panglima TNI terkait pendekatan kebijakan teritorial di Papua," ujar Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas di Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (14/12/21).

Pendekatan kebijakan teritorial yang dimaksud yaitu pengembangan organisasi definitif di mana setiap Kabupaten/Kota di Papua sangat membantu memperpendek rentan kendali tugas dari aparat TNI yang bertugas di daerah.

" kita melakukan penyesuaian dari aspek administrasi dan kebutuhan-kebutuhan prajurit yang bertugas setelah organisasinya kita tingkatkan. Karena daya dukung yang kuat, maka prajurit yang bertugas akan maksimal saat menjalankan tugasnya," harapnya.

Kebijakan operasi teritorial diakuinya sangat membantu para prajurit untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui komunikasi. Pendekatan yang dilakukan bisa sebagai jembatan dari pendekatan teritorial yang diinginkan.

Jalinan komunikasi yang baik bisa ditingkatkan lagi bahkan bisa dilakukan dengan pihak Polri maupun Pemerintah daerah.

"Ada hal-hal yang menyangkut dukungan fasilitas penunjang lainnya yang harus disiapkan seperti sarana prasarana dan peralatan untuk pelaksaan tugas di lapangan sehingga berjalan dengan maksimal," tambahnya.

Disamping itu, ia juga mengatakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memiliki pendapat yang sama dan sangat berkomitmen untuk menyelesaikan masalah di Papua melalui pendekatan yang diusulkannya.

"Komitmen Panglima TNI akan kita kolaborasikan dengan seluruh Kementerian dan Lembaga untuk bersama-sama membangun Papua dengan pendekatan teritorial," pungkasnya.

  • Danrem 172/Pwy Brigjen TNI Izak Pangemanan saat mengunjungi Pos koramil 1715-01 Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (14/12/21) Dok. Albrianso/IDM

Diwaktu yang sama, Danrem 172/Pwy Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan Keamanan masyarakat Papua untuk menyongsong Natal dan tahun baru ini dengan hati yang suka cita.

"Sejak bulan November kami sudah melaksanakan upaya mengajak masyarakat untuk merayakan Natal dan tahun baru dengan hati suka cita. Tidak dengan permusuhan dan pertumpahan darah, ada damai di Papua," ujar Izak. (MAN)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.