Wamenhan RI Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Iran

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan Taufanto bertemu Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi di kantor Kemhan pada beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Iran membahas upaya memperkuat kerja sama di bidang industri pertahanan. Boroujerdi menawarkan peluang Transfer Teknologi (ToT) serta produk alutsista dengan harga yang kompetitif, seraya menegaskan bahwa produk pertahanan Iran mampu mendukung kemandirian teknologi.
Sementara, Donny memandang kerja sama itu sebagai peluang strategis bagi Indonesia. Ia pun menyampaikan kesiapan untuk menindaklanjuti inisiatif ini dari tahap awal berupa Letter of Intent (LoI) menuju bentuk kerja sama yang lebih komprehensif, seperti Memorandum of Understanding (MoU) atau Defense Cooperation Agreement (DCA).
Baca Juga: Belanda Kerahkan Ratusan Pasukan ke Polandia
Selain itu, ia turut membuka peluang komunikasi teknis dengan Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta industri pertahanan dalam negeri. “Konsiderasi yang disampaikan Bapak Dubes akan kami teruskan kepada Menteri Pertahanan,” ujar Donny, melansir keterangan tertulis Kemhan RI, Sabtu (22/11). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































