Usai Serangan Israel di Qatar, Hamas Buka Suara

Jakarta, IDM – Pejabat senior Hamas Ghazi Hamad buka suara untuk pertama kalinya sejak serangan Israel di Ibu Kota Qatar, Doha pada pekan lalu.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, ia menjelaskan momen ketika diserang dan bagaimana ia dan para pejabat Hamas yang menjadi target berupaya lolos.
"Kami sedang rapat, bersama delegasi negosiasi dan beberapa penasihat. Kurang dari satu jam setelah kami mulai meninjau proposal Amerika yang kami terima dari mediator Qatar, kami mendengar ledakan keras," ujar Hamad, dikutip pada Kamis (18/9).
Baca Juga: Sekjen PBB Sebut Israel tidak Serius dalam Upaya Gencatan Senjata
"Kami segera meninggalkan lokasi kejadian, karena kami tahu sejak awal bahwa ledakan itu adalah tembakan Israel. Kami pernah tinggal di Gaza dan mengalami tembakan Israel sebelumnya," jelasnya.
Serangan Israel menewaskan lima anggota Hamas dan seorang pejabat keamanan Qatar. Mereka yang menjadi sasaran terlibat dalam negosiasi gencatan senjata dan proposal pertukaran tawanan yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Penembakan itu begitu intens, situasinya mengerikan, dan roket-roket terus berjatuhan tanpa henti. Ada sekitar 12 roket dalam waktu kurang dari satu menit, tetapi atas ketetapan Tuhan, kami selamat dari agresi ini," ujarnya.
Baca Juga: Arab Saudi dan Pakistan Tandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama
Beberapa saat setelah serangan tersebut, Hamas mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam Israel dan mengungkapkan bahwa beberapa pemimpin senior berhasil selamat. Sementara, Qatar dan para pemimpin negara-negara Arab berkumpul di Doha untuk pertemuan darurat sekaligus mengecam serangan tersebut.
Hamad juga mengatakan, pihaknya memiliki pengalaman 'pahit' selama negosiasi gencatan senjata, dan AS tidak memiliki kredibilitas sebagai mediator yang jujur. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































