INTERNASIONAL

Unit Investigasi Kriminal Internasional AS Jajaki Pelatihan Bersama Aparat Indonesia

Agen Khusus OCIU Shane Lloyd.
Agen Khusus OCIU Shane Lloyd mengunjungi Medan pada beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Kedubes AS di Indonesia)

Jakarta, IDM – Dalam upaya memperkuat koordinasi keamanan lintas batas, Unit Investigasi Kriminal Internasional (Overseas Criminal Investigations Unit/OCIU) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta mengunjungi Medan pada beberapa waktu lalu.

Agen Khusus OCIU Shane Lloyd, menekankan komitmen AS dalam bekerja sama dengan Indonesia, khususnya menjaga keamanan perbatasan. Dalam pertemuan dengan Plt. Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Utara Ma’mun, keduanya membahas rencana untuk menggelar pelatihan dan menyediakan sumber daya bagi petugas imigrasi Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapabilitas dalam bidang tersebut.

Baca Juga: PBB: Butuh Ratusan Truk Bantuan Setiap Hari untuk Akhiri Kelaparan di Gaza

“Salah satu tujuan utama pemerintah AS adalah memberantas imigrasi ilegal dan dokumen palsu. Kantor Imigrasi Indonesia telah menjadi mitra penting kami dalam mencapai tujuan ini. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita bisa menjadikan Amerika Serikat dan Indonesia lebih aman, lebih kuat, dan lebih sejahtera," ujar Lloyd, melansir keterangan resmi Kedubes AS di Indonesia, Rabu (6/8).

Pelatihan bersama antara OCIU dan aparat penegak hukum Indonesia akan diselenggarakan di berbagai wilayah pada tahun ini termasuk di Batam, Bali, dan Balikpapan. Materi akan difokuskan pada upaya deteksi dokumen palsu, perdagangan manusia, pendeteksian penyamar hingga teknik wawancara di garis depan.

Selama kunjungan, OCIU juga meninjau alat pendeteksi dokumen perjalanan dan identitas palsu berteknologi canggih yang diberikan oleh Biro Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum Departemen Luar Negeri AS kepada Kantor Imigrasi Sumatera Utara di Bandara Internasional Kuala Namu.

Alat ini merupakan bagian dari hibah senilai USD 200.000. Teknologi ini membantu petugas di lapangan untuk mengidentifikasi dokumen identitas palsu atau yang telah dimodifikasi, baik di Medan, Jakarta, Denpasar, Batam, maupun Bandung.

Baca Juga: Perkuat Sisi Timur NATO, Jerman Kerahkan Pesawat Tempur ke Polandia

Konsul AS untuk wilayah Sumatra Bernard Uadan, turut hadir dalam pertemuan OCIU dengan Wakapolda Sumatera Utara Brigadir Jenderal Rony Samtana, dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda dalam menjaga keamanan fasilitas Konsulat AS di Medan serta dalam merespons cepat insiden yang melibatkan warga negara AS.

Kunjungan ini mencerminkan kemitraan yang erat dan terus berkembang antara kedua negara dalam menjaga keamanan kawasan, memperkuat integritas perbatasan dan memerangi kejahatan lintas negara. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.