Turki Sebut Berhasil 'Netralisir' 43 Militan Kurdi

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Turki mengatakan bahwa pihaknya telah 'menetralisir' 43 teroris yang berkaitan dengan militan Kurdi di berbagai wilayah di Irak utara selama seminggu terakhir.
Penggunaan istilah "dinetralkan" oleh Turki umumnya berarti dibunuh. Militan Kurdi atau PKK dianggap membahayakan sejak melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Turki sejak tahun 1984, yang kemudian juga ditetapkan sebagai teroris oleh sekutu Barat.
Baca Juga: NATO Sebut Rusia Intensifkan Serangan Hibrida
Dilansir dari Msb.gov.tr, laman Kemhan Turki, Jumat (3/5), para militan tersebut ditemukan di wilayah Haftanin, Gara dan Hakurk di Irak utara, serta di wilayah di mana Turki sering melakukan serangan lintas batas bertajuk 'Operation Claw-Clock'.
"Sebanyak 43 teroris dinetralkan dalam seminggu terakhir. Dengan demikian, jumlah teroris yang dinetralisir sejak 1 Januari mencapai 845 orang, 376 di antaranya berada di Irak utara dan 469 lainnya di Suriah utara," tulis Kemhan Turki.
Baca Juga: Jepang Ungkap Penyebab Kecelakaan Helikopter SH-60K Seahawk
Serangan lintas batas yang dilakukan Turki ke Irak utara telah menjadi sumber ketegangan selama bertahun-tahun. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun disebut telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Irak dan membahas tentang pentingnya memberantas kelompok teroris tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































