Tumpukan Puing Akibat Konflik di Jalur Gaza Diperkirakan Capai 60 Juta Ton

Jakarta, IDM – Badan PBB yang mendukung manajemen pembangunan atau UNOPS melaporkan bahwa krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin parah dan terdapat lebih dari 60 juta ton puing di wilayah itu akibat konflik.
"Saya baru saja kembali dari Gaza, di mana krisis kemanusiaan semakin memburuk. Orang-orang kelelahan, trauma, dan kewalahan. Kondisi musim dingin yang keras dan hujan lebat minggu ini memperparah penderitaan dan keputusasaan masyarakat," kata Direktur Eksekutif UNOPS Jorge Moreira da Silva melansir keterangan tertulisnya Unops.org, Jumat (16/1).
Ia menyebut tingkat kehancuran di Jalur Gaza sangat memperihatinkan. Rumah, sekolah, klinik, jalan raya, hingga sistem listrik telah rata dengan tanah atau rusak parah. Bagi anak-anak, kehidupan sehari-hari diselimuti dengan rasa kehilangan dan trauma.
Baca Juga: Denmark Peringatkan AS, NATO akan Runtuh Jika Trump Kuasai Greenland
"Gaza memiliki lebih dari 60 juta ton puing: setara dengan kapasitas hampir 3.000 kapal kontainer. Rata-rata setiap orang di Gaza saat ini dikelilingi oleh 30 ton puing. Diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih dari tujuh tahun untuk membersihkan puing-puing ini," ungkapnya.
Masalah utama dalam membersihkan puing-puing itu bukan hanya volumenya melainkan materialnya yang membahayakan seperti asbes dan bom yang belum meledak.
Ia pun menyatakan dukungan UNOPS dalam membersihkan puing-puing, memulihkan energi, mengelola limbah, dan menyediakan tempat berlindung. Pihaknya akan terus mendatangkan bahan bakar untuk tujuan kemanusiaan.
Baca Juga: Jepang dan Filipina Tandatangani Perjanjian Pertahanan Baru, Hadapi Tekanan Cina
"Bahan bakar adalah tulang punggung operasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Tanpa itu, rumah sakit tidak dapat menjalankan layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa, sistem air dan sanitasi akan terhenti, bantuan makanan tidak dapat didistribusikan, dan komunikasi serta transportasi untuk petugas tanggap darurat akan terancam," ujarnya.
Ia pun menyambut baik dimulainya tahap kedua rencana Gaza, yang akan fokus pada rekonstruksi hingga pembentukan pemerintahan transisi. Namun, menurutnya pemulihan fasilitas paling mendasar harus diutamakan.
"Saya menyerukan peningkatan akses kemanusiaan, pembukaan semua penyeberangan dan koridor - termasuk dimulainya kembali pengiriman bantuan langsung melalui koridor Yordania ke Gaza. Rakyat Gaza membutuhkan peningkatan aliran pasokan dasar dan pengurangan pembatasan untuk mendukung respons kemanusiaan dan pemulihan awal," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































