INTERNASIONAL

Trump Ancam Tarif 100% ke Rusia Jika Tak Mau Damai dalam 50 Hari

Donald Trump dan Mark Rutte.
Presiden AS Donald Trump saat bertemu Sekjen NATO Mark Rutte di Gedung Putih. (Foto: Dok. X/Mark Rutte)

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif hingga 100% kepada Rusia, jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam kurun waktu 50 hari.

Melansir dari YouTube The White House, Selasa (15/7), hal itu Trump ungkapkan saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih pada beberapa waktu lalu. Ultimatum itu dimaksudkan agar agresi Rusia segera berakhir.

"Kami sangat, sangat tidak puas dengan mereka (Rusia) dan kami akan menerapkan tarif yang sangat ketat jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari, tarif yang besarnya sekitar 100%," ujar Trump.

Baca Juga: Buka Parade Bastille Day, Pasukan TNI Tuai Perhatian Media Internasional

Ia menuturkan, AS telah menghabiskan sekitar $350 miliar untuk membantu Ukraina dan ingin konflik segera berakhir. Ia mengaku kecewa dengan Presiden Rusia Vladimir Putin karena seharusnya kesepakatan damai telah tercapai sejak lama.

"Saya kecewa dengan Presiden Putin karena saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dua bulan lalu, tetapi tampaknya tidak akan tercapai. Jadi berdasarkan itu, kami akan menerapkan tarif sekunder jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari," imbuhnya.

"Tarifnya akan mencapai 100 persen. Dan begitulah adanya. Saya harap kita tidak perlu melakukannya. Tapi bagaimanapun juga, kita akan melakukannya," sambungnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Hormat ke Prajurit TNI yang Unjuk Gigi di Bastille Day Prancis

Selain itu, ia menyatakan bahwa AS akan memasok senjata kepada Ukraina melalui NATO termasuk sistem pertahanan udara Patriot. Nantinya, negara-negara anggota aliansi itu akan menanggung seluruh biaya untuk persenjataan tersebut.

"Kami akan mengirimkan senjata kepada mereka yang akan mereka bayar. AS tidak akan menerima pembayaran apa pun. Kami tidak akan membelinya, tetapi kami akan memproduksinya, dan mereka akan membayarnya,” ujarnya.

Senada, Rutte mengatakan bahwa “AS telah memutuskan untuk memasok Ukraina secara besar-besaran dengan apa yang dibutuhkan melalui NATO. Eropa 100% menanggung biayanya.” (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.