Tingkatkan Siaga terhadap Rusia, NATO Tambah 300 Ribu Pasukan

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengungkapkan, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan menambah 300 ribu pasukan siaga terkait serangan Rusia ke Ukraina yang secara tak langsung dinilai menjadi ancaman bagi NATO.
Dikutip dari The Guardian, penambahan pasukan siaga tersebut akan ditempatkan di beberapa negara Baltik dan di lima negara garis depan lainnya.
"Ini suatu rombakan terbesar dalam pertahanan kolektif kami sejak Perang Dingin," ucap Stoltenberg dalam pernyataan persnya yang dikutip dari Associates Press (AP), Rabu (28/6).
"Tambahan 300 ribu pasukan ini akan berlatih bersama pasukan pertahanan dalam negeri, dan mereka akan terbiasa dengan fasilitas medan lokal sehingga mereka dapat merespons dengan lancar dan cepat," ujar Stoltenberg.
Menurutnya, serangan Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari lalu, membuat ketidaknyamanan negara-negara Baltik, seperti Lithuania, Estonia, dan Latvia. Mereka cemas, sewaktu-waktu negara 'Beruang Putih' itu bisa menyerang, apalagi Lithuania sedang bersitegang dengan Rusia terkait larangan perlintasan kereta ke wikayah Enklave, Moskow, di Laut Baltik, Kaliningrad.
Tak hanya itu, dua negara kandidat NATO, Finlandia dan Swedia, juga merasa khawatir dengan serangan Rusia ke Kyiv (Ukraina) saat kedua negara tersebut sedang berupaya untuk bergabung dengan NATO. Kedua negara Skandinavia itu takut suatu Rusia bisa melakukan serangan militer ke wilayah mereka. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































