Tiga Personel TNI AU Ikuti Pelatihan Perlindungan Warga Sipil untuk Misi Perdamaian PBB

Jakarta, IDM – Tiga personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti pelatihan bertajuk “UN Comprehensive Protection of Civilians (UNCPOC) Course 2026” yang berlangsung di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Bogor, pada 22-26 Juni 2026.
Ketiga personel TNI AU itu adalah Kapten Pnb Jeffri Piliang dari Skadron Udara 6, Lettu Lek (W) Navy Harumi dari Komando Operasi Udara Nasional, dan Sertu Khalid dari Staf Operasi Angkatan Udara (Sopsau).
Baca Juga: Cina Desak Implementasi Penuh Gencatan Senjata Gaza
Pelatihan berfokus pada materi perlindungan warga sipil (Protection of Civilians/POC) sebagai salah satu aspek penting yang akan diterapkan dalam pelaksanaan misi perdamaian PBB.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menuturkan bahwa pembekalan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesiapan personel TNI Angkatan Udara dalam mendukung kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia.

“Penguatan kompetensi personel menjadi bagian penting dalam mendukung kontribusi TNI Angkatan Udara pada misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ungkap Nyoman dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), dikutip Selasa (30/6).
Baca Juga: Bantu Venezuela, Badan Pangan PBB Siap Distribusikan 3.000 Metrik Ton Makanan
Tahun ini merupakan pelaksanaan UNCPOC Course kedua yang digelar oleh PMPP TNI dengan dukungan instruktur asal Kanada dan Australia. Kedua negara tersebut memiliki pengalaman dalam misi perdamaian di Afrika dan Lebanon.
Pelatihan tersebut diikuti oleh sejumlah personel militer dari delapan negara. Selain memperkuat kapasitas peserta dalam perlindungan sipil, kegiatan yang sama juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperkuat partisipasi personel TNI dalam forum internasional, secara khusus di bidang pemeliharaan perdamaian dunia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































