Tanggapi Latihan Korsel-AS, Presiden Korut Perintahkan Pasukan untuk Siap Perang

Jakarta, IDM - Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan kesiapan perang di tengah dinamika keamanan saat ini, yang diungkapkan ketika menginspeksi markas Angkatan Bersenjata Korut.
Baca Juga: Afrika Selatan Kembali Desak Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Konflik di Gaza
Dilansir dari KCNA, laman media resmi pemerintah Korut, Kamis (7/3), lokasi markas itu berada di bagian barat Korut, tanpa rincian lebih lanjut. Dalam kunjungan itu, Kim disebut turut melihat pasukan Angkatan Bersenjata melakukan berbagai operasi latihan termasuk simulasi perang.
"(Kim) menggarisbawahi perlunya unit-unit di semua tingkatan angkatan bersenjata untuk secara dinamis mencapai masa kejayaan baru dengan mengintensifkan persiapan perang yang sejalan dengan kebutuhan situasi saat ini," tulis KCNA.
Baca Juga: Ukraina Bentuk Kekuatan untuk Serangan Balasan Baru di Tahun 2024
Kunjungan Kim nampak dilakukan sebagai tanggapan usai dimulainya latihan militer gabungan 'Freedom Shield 24' oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Korut pun telah mendesak kedua negara itu untuk menghentikan latihan yang provokatif atau mereka “akan membayar mahal atas tindakan yang salah”. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































