Tahun Ketiga Kudeta di Myanmar, Sekjen PBB Peringatkan Tindakan Kekerasan Harus Diakhiri

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas memburuknya situasi di Myanmar, yang telah dipimpin oleh junta militer selama tiga tahun.
Dilansir dari Un.org, Kamis (1/2), Guterres menggarisbawahi pentingnya memulihkan pemerintahan yang demokratis. Ia juga kembali mengecam segala bentuk kekerasan, dan mendesak agar pihak-pihak terkait segera menghentikan permusuhan dan menjamin perlindungan bagi warga sipil.
Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 Jatuh di Lepas Pantai Korsel, Pilot Berhasil Selamat
“Sekjen (PBB) mengutuk segala bentuk kekerasan dan menyerukan perlindungan warga sipil dan penghentian permusuhan,” tulis pernyataan tersebut.
“Tindakan kekerasan militer yang menargetkan warga sipil dan penindasan politik harus diakhiri, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tambahnya.
Baca Juga: Tiga Negara NATO Sepakat untuk Percepat Postur Militer ke Sisi Timur
Situasi Myanmar menjadi kacau sejak militer merebut kekuasaan dengan menahan para pemimpin politik dan pejabat pemerintah termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. Junta militer juga dilaporkan telah menggunakan kekuatan bersenjata untuk menumpas protes hingga beberapa perang saudara pecah yang menewaskan ribuan orang.
Selain menyerukan penghentian konflik, PBB bersama badan kemanusiaan lain telah membentuk rencana bantuan kemanusiaan untuk menjangkau 5,3 juta orang yang terkena dampak paling parah pada bulan Desember tahun lalu. Namun, Guterres menekankan perlunya tindakan kolektif yang serius untuk mendukung rakyat Myanmar sekaligus membantu menjamin perdamaian jangka panjang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































