INTERNASIONAL

Susun Rencana Akhiri Konflik, Delegasi AS-Ukraina Kembali Bertemu

delegasi AS dan Ukraina
Perundingan antara delegasi AS dan Ukraina di Florida guna mengakhiri konflik dengan Rusia. (Foto: Dok. X/Rustem Umerov)

Jakarta, IDM – Para delegasi Ukraina dan Amerika Serikat (AS) kembali melakukan perundingan guna mengakhiri konflik dengan Rusia di Florida pada beberapa waktu lalu.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa perundingan itu berjalan dengan produktif dan positif. Namun, masih perlu perundingan lainnya untuk mencapai kesepakatan damai.

“Ini bukan hanya tentang persyaratan yang mengakhiri pertempuran. Ini juga tentang persyaratan yang mempersiapkan Ukraina untuk kemakmuran jangka panjang. Saya pikir kita telah membangunnya hari ini, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Rubio melansir AP, Senin (1/12).

Baca Juga: Potret Kegiatan Pasukan Perdamaian TNI di Wilayah Konflik Kongo, Patroli Keamanan sampai Ajarkan Memasak

Rubio menuturkan, perundingan yang berlangsung sekitar empat jam itu bertujuan tidak hanya untuk perdamaian, melainkan mewujudkan kedaulatan dan kemakmuran Ukraina.

Di antara langkah-langkah yang termasuk dalam rancangan proposal damai dari Presiden AS Donald Trump adalah pembentukan 'Ukraine Development Fund' yang berinvestasi di berbagai industri yang berkembang pesat, termasuk teknologi dan kecerdasan buatan.

Proposal itu pun menyatakan bahwa AS akan bekerja sama dengan Ukraina untuk rekonstruksi, memodernisasi hingga mengoperasikan infrastruktur gas alam Ukraina, termasuk jaringan pipa dan fasilitas penyimpanan. Rusia telah berulang kali membombardir infrastruktur energi Ukraina selama konflik.

Baca Juga: Terkait 28 Poin Rencana Damai Rusia-Ukraina, Ini Kata Trump

“Kami juga ingin membantu Ukraina tetap aman selamanya, sehingga mereka tidak akan pernah lagi menghadapi invasi. Dan yang sama pentingnya, kami ingin mereka memasuki era kemakmuran sejati,” kata Rubio.

“Kami ingin rakyat Ukraina bangkit dari perang ini bukan hanya untuk membangun kembali negara mereka, tetapi juga membangunnya kembali dengan cara yang akan lebih kuat dan lebih sejahtera daripada sebelumnya," pungkasnya.

Adapun, utusan khusus AS Steve Witkoff, yang juga turut terlibat dalam perundingan itu, akan bertolak ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin guna menindaklanjuti upaya mengakhiri konflik. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.