Strategi Keamanan AS Fokus Pada Rusia dan Cina

IDM - Amerika Serikat (AS) menerbitkan sebuah Strategi Keamanan Nasional terbaru yang memprioritaskan Cina dan Rusia sebagai dua kekuatan utama pesaing geopolitik, Rabu (12/10). AS menganggap Rusia dan Cina sebagai tantangan besar dengan kemampuan nuklir yang mengancam keamanan global.
Dilansir dari Whitehouse.gov, sebuah laman resmi Pemerintah AS, Rabu (12/10), dalam pengantar Strategi Keamanan Nasional, Presiden AS Joe Biden membedakan jenis ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia dan Cina. “Rusia menimbulkan ancaman langsung terhadap sistem internasional yang bebas dan terbuka, dengan ceroboh mencemooh hukum dasar tatanan internasional saat ini, seperti yang ditunjukkan secara brutal dalam perang agresi terhadap Ukraina,” ujar Biden.
Sedangkan Biden menggambarkan Cina sebagai "satu-satunya negara dengan niat untuk membentuk kembali tatanan internasional dengan kekuatan ekonomi, diplomatik, militer dan teknologi untuk memajukan tujuan itu.”
Dokumen kebijakan tersebut menggambarkan Beijing sebagai “tantangan geopolitik paling penting di Amerika”. Hal ini disebabkan oleh visi Cina untuk terus mengembangkan kekuatan nuklirnya.
AS menganggap Cina sebagai pesaing utama jangka panjang, sedangkan Rusia sebagai ancaman nyata saat ini yang lebih berbahaya karena tindakannya mengancam keamanan nuklir di Ukraina. Sejak Februari, berbagai upaya memukul mundur Rusia telah dilakukan, tetapi justru membuat Rusia menjadi semakin berani untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina.
“Militer konvensional Rusia akan melemah yang kemungkinan akan meningkatkan ketergantungannya pada senjata nuklir dalam perencanaan militernya,” dalam dokumen tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengancam akan menggunakan segala cara untuk mempertahankan wilayah Rusia, termasuk Krimea yang dianeksasi pada 2014 dan empat wilayah Ukraina yang saat ini di klaim secara sepihak. Dalam cetak biru strategi tersebut, AS berjanji untuk mendukung Ukraina terlepas dari ancaman nuklir Rusia.
“Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Rusia, atau kekuatan apa pun, untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan, atau mengancam akan menggunakan, senjata nuklir,” dalam dokumen tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































