INTERNASIONAL

Simulasi Pertahanan Gabungan Jepang dan AS

Simulasi Pertahanan Gabungan Jepang dan AS
Simulasi Pertahanan Gabungan Jepang dan AS

IDM - Jepang dan Amerika Serikat (AS) mengadakan latihan militer di tengah meningkatnya ancaman keamanan akibat serangkaian peluncuran rudal balistik Korea Utara (Korut). Latihan ini termasuk simulasi pertahanan yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pencegahan dan respons terhadap segala kemungkinan serangan terhadap Jepang dan AS di wilayah Indo-Pasifik.

Dilansir dari Kyodo, Senin (10/10), Staf Gabungan Jepang mengatakan bahwa “Latihan bilateral ini menegaskan kembali kerja sama GSDF dan Angkatan Bersenjata AS, menunjukkan kemauan yang kuat, kerja sama yang erat dan mulus antara Jepang dan AS dalam menanggapi situasi apa pun, dan semakin memperkuat kemampuan pencegahan dan respons aliansi Jepang-AS.”

Sekitar 150 Angkatan Darat Jepang bergabung dengan 40 Marinir AS dari pangkalan militer Okinawa untuk latihan simulasi pertahanan pulau-pulau terpencil bersama di area pelatihan Yausubetsu, Pulau Hokkaido paling utara. Selama latihan berlangsung, Personel Jepang dan AS meluncurkan 24 rudal melalui High Mobility Artillery Rocket System atau Roket Artileri Mobilitas Tinggi ke sasaran yang berjarak sekitar 13 kilometer.

Latihan tersebut merupakan bagian dari latihan gabungan yang sedang berlangsung dari 1 hingga 14 Oktober. Secara keseluruhan, latihan gabungan selama dua minggu ini melibatkan sekitar 2.100 personel Jepang dan 1.400 Marinir AS termasuk 6 Pesawat Tiltrotor MV-22 Osprey milik AS.

Jepang dan AS telah menjalin hubungan pertahanan dibawah pakta keamanan bilateral. Berdasarkan pakta tersebut, Jepang menampung sekitar 50.000 pasukan AS demi mempertahankan kestabilan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini sedang terancam. Korut telah meluncurkan beberapa rudal yang diantaranya terbang melewati Jepang sebelum mendarat di perairan dekat Semenanjung Korea. Korut berpendapat bahwa uji coba rudal tersebut merupakan bagian dari simulasi latihan nuklir taktis untuk menilai kemampuan komponen pertahanan Korut sekaligus memperingati negara-negara lain. (BP)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.