Serangan Terus Berlanjut, Presiden Palestina Desak Dunia Bertindak

Jakarta, IDM – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk bertindak guna menghentikan serangan terhadap rakyat di Tepi Barat, yang diduduki Israel.
Melansir Al Jazeera, Senin (27/7), Abbas telah mengirimkan surat kepada beberapa pemimpin dunia, Uni Eropa, Liga Arab, dan presiden Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Adik Presiden Korut Kecam ASEAN karena Hal Ini
Dalam surat tersebut, Abbas mengatakan bahwa wilayah Palestina yang diduduki sedang menyaksikan "eskalasi berbahaya" dan situasi telah "melampaui insiden kekerasan yang terisolasi".
Ia menggambarkannya sebagai "kebijakan sistematis Israel yang bertujuan untuk menciptakan realitas baru di lapangan melalui perluasan pemukiman, peningkatan kekerasan kolonial, dan melemahkan serta merusak Otoritas Nasional Palestina".
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Tekankan Syarat Utama Damai dengan AS
Ia menuntut agar mereka yang melakukan serangan dimintai pertanggungjawaban, semua aktivitas pendudukan dihentikan, dan perlindungan internasional bagi rakyat Palestina.
Ia juga menegaskan bahwa perdamaian komprehensif akan tercapai melalui solusi dua negara. Ia turut menyerukan untuk "menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, khususnya Resolusi 2334, yang menegaskan ilegalitas pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki".
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































