Serangan Kelompok Etnis Bersenjata, Warga Sipil dan Tentara Myanmar Kabur ke Thailand

Jakarta, IDM – Sebanyak 500 orang yang terdiri dari warga sipil dan tentara Myanmar, melarikan diri ke wilayah Thailand. Para warga dan tentara tersebut kabur setelah adanya serangan oleh kelompok etnis bersenjata terhadap pangkalan militer di negara bagian Kayin.
Informasi itu diungkapkan militer Thailand dalam pernyataan resminya.
Perang saudara di Myanmar tak kunjung usai. Konflik tersebut dimulai sejak kudeta militer tahun 2021.
Baca Juga: Israel Ingin Pasukannya Tetap di Gaza, Perundingan Gencatan Senjata Mandek
Sejak itu, junta militer berhadapan dengan gabungan kelompok bersenjata etnis dan pasukan pemberontak pro-demokrasi.
Salah satu kelompok merupakan Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA), yang melancarkan serangan terbaru.
“Pasukan Myanmar berusaha bertahan dan meminta bantuan serangan balik untuk mempertahankan posisi mereka, namun akhirnya gagal mempertahankan garis pertahanan,” bunyi pernyataan militer Thailand, dilansir dari AFP, Senin (14/7).
Baca Juga: Presiden Ukraina Sebut AS akan Lanjut Kirim Pasokan Senjata
Militer Thailand melaporkan sebanyak 100 tentara Myanmar dan 467 warga sipil telah menyeberang ke wilayah mereka. Saat tiba di perbatasan, warga dan tentara Myanmar dilucuti senjatanya, dan diberikan bantuan medis.
Militer Thailand pun meningkatkan patroli di sepanjang perbatasan, khususnya di Provinsi Tak bagian barat guna mengantisipasi potensi pelanggaran kedaulatan oleh pasukan asing bersenjata.
Pimpinan sayap politik KNLA, Saw Thamain Tun, membenarkan adanya pertempuran di sekitar perbatasan. Saw mengatakan pasukan gabungan sukses merebut beberapa pos militer dari tangan tentara Myanmar.
Baca Juga: Cina Siap Tandatangani Traktat Bebas Nuklir ASEAN
"Beberapa membelot ke pihak kami, namun sebagian lainnya melarikan diri ke Thailand," ungkap dia.
Kelompok bersenjata dari etnis Karen menjadi oposisi terhadap kekuasaan militer Myanmar sejak lama. Kelompok tersebut kini memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap junta, terutama di wilayah-wilayah perbatasan.
Akibat konflik tersebut, sekitar 81.000 warga Myanmar kabur dan memilih mengungsi di Thailand. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































