Serangan Iran Rusak Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Jakarta, IDM – Serangan rudal dan drone Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah merusak berbagai fasilitas militer termasuk kendaraan dan pesawat.
Baca Juga: Iran Rilis Instruksi Hadapi Perang Skala Penuh hingga Gencatan Senjata
Melansir CBS News, Rabu (16/9), kondisi akibat serangan udara Iran itu nampak dalam sejumlah foto dari anggota militer AS yang identitasnya dirahasiakan. "Ini adalah kerusakan parah pada pangkalan kami yang belum disampaikan kepada publik Amerika. Kami ibarat berdiri dengan mata tertutup dan menerima pukulan di wajah," ujar seorang anggota militer yang sedang bertugas tersebut.
Di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, sebuah foto menunjukkan bagian belakang Pesawat Boeing E-3 Sentry hancur. Beberapa foto lain menunjukkan hancurnya bangunan di Camp Arifjan dan kendaraan lapis baja rusak di Camp Buehring, Kuwait, markas Angkatan Darat AS.
Baca Juga: 125.000 Orang Terpaksa Mengungsi Akibat Konflik di Yaman
Sebelumnya, inspektur jenderal Departemen Pertahanan AS melaporkan kepada Kongres perkiraan "kerugian peralatan" akibat perang dengan Iran. Nilai kerugian mencapai $3,7 miliar, termasuk hampir 60 pesawat. Dalam laporan itu dikatakan bahwa serangan Iran menargetkan pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































