Seorang Kadet Tembak Dua Tentara Jepang Hingga Tewas

Jakarta, IDM - Seorang kadet militer Jepang dilaporkan telah melakukan penembakan terhadap beberapa seniornya. Penembakan tersebut menewaskan dua tentara Jepang dan seorang lainnya cedera di sebuah tempat latih menembak di Gifu, Jepang Tengah pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari BBC, Kamis (15/6), insiden terjadi di lapangan Ground Self-Defense Force (GSDF), prefektur Gifu. Pelaku yang berusia 18 tahun melayangkan tembakan sebanyak delapan kali ke beberapa instruktur tembak. Ia ditangkap seketika karena melakukan percobaan pembunuhan.
Baca Juga: Kunjungan Persahabatan, Kapal Qi Jiguang Milik Cina Berlabuh di Filipina
Menurut GSDF, dua instruktur meninggal saat berada di rumah sakit dan satu orang masih dalam perawatan. Tersangka pelaku penembakan dilaporkan merupakan kadet yang baru saja bergabung dengan GSDF. Latihan tembak sendiri dilakukan sebagai bagian dari kurikulum GSDF untuk mencari kandidat potensial.
Setelah insiden tersebut, Kepala GSDF pun memerintahkan “latihan tembak-menembak dan eksplosif ditangguhkan di seluruh negeri.”
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Matsuno Hirokazu juga mengatakan bahwa “penembakan itu masih dalam penyelidikan.”
Baca Juga: Presiden Turki Tegaskan Tidak Akan Setujui Keanggotaan Swedia di NATO
Insiden ini telah menggemparkan masyarakat sekitar karena merupakan penembakan fatal pertama yang terjadi di lapangan tembak GSDF sejak 1984. Selain itu, kekerasan bersenjata di Jepang termasuk jarang terjadi. Sebab, Jepang memiliki aturan kepemilikan senjata yang ketat, dan hanya mengizinkan warga sipil untuk memiliki senapan berburu dan senapan angin. Mereka juga harus menjalani ujian ketat dan tes kesehatan mental untuk membeli senjata.
Terlebih lagi, setelah insiden penembakan Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe saat berpidato pada Juli lalu, pemerintah Jepang semakin meningkatkan pengawasan terhadap aturan jual beli senjata terhadap warga sipil. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































