Sekjen PBB Serukan Tata Kelola AI Inklusif

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyerukan tata kelola global yang inklusif untuk Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi itu harus dibentuk dan dikelola oleh semua negara, bukan hanya segelintir pihak.
Hal itu ia ungkapkan saat 'World Artificial Intelligence Conference' di Shanghai, Cina pada Jumat (17/7). Guterres menilai AI sebagai peluang terbesar umat manusia di abad ke-21, sekaligus salah satu risiko terbesar.
"Teknologi yang akan membentuk masa depan umat manusia harus dibentuk oleh seluruh umat manusia. AI tidak dapat diatur oleh segelintir negara atau perusahaan," katanya, melansir UN News.
Baca Juga: Korsel, AS dan Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Menurutnya, langkah selanjutnya perlu fokus pada mengubah komitmen menjadi dukungan praktis sehingga semua negara dapat memperoleh manfaat dari pengembangan AI. Meskipun AI berpotensi untuk meningkatkan berbagai bidang termasuk pendidikan, sistem pangan, dan lapangan kerja, banyak negara berkembang yang berisiko tertinggal.
"Sepertiga umat manusia masih belum terhubung ke internet," katanya, sambil menyoroti bahwa keahlian teknis, dan investasi masih terkonsentrasi di sejumlah negara.
Tanpa mengatasi kesenjangan ini, AI dapat menyebabkan ketidaksetaraan yang lebih besar, kesenjangan yang lebih besar dalam pendapatan, kesempatan, dan keamanan. Dengan demikian, ia akan segera merekomendasi pembentukan Dana Global untuk AI.
Baca Juga: AS Serang Iran Enam Malam Beruntun, 8 Orang Tewas
Ia menguraikan tiga prioritas untuk tata kelola AI global yakni memperluas kapasitas AI di negara-negara berkembang, menetapkan standar keselamatan internasional, dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan.
"Tidak ada sistem AI yang boleh diberikan kepada anak-anak sebelum terbukti aman," pungkasnya.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































