Sebanyak 200 Tahanan Kembali ke Palestina, Hamas Bebaskan 4 Tentara Israel

Jakarta, IDM – Hamas dan Israel kembali melakukan pertukaran sandera, dimana Hamas membebaskan empat tentara wanita Israel yang ditukar dengan 200 sandera Palestina pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Reuters, Minggu (26/1), keempat warga Israel yang dibebaskan itu dibawa ke podium di Kota Gaza di tengah kerumunan besar warga Palestina dan dikelilingi oleh puluhan pria Hamas bersenjata. Para sandera melambaikan tangan dan tersenyum sebelum dibawa pergi, memasuki kendaraan Palang Merah untuk dibawa ke pasukan Israel.
Baca Juga: Filipina: Tujuan Kehadiran Sistem Typhon AS untuk Tingkatkan Kesiapan Militer
Tak lama kemudian, bus-bus yang membawa tahanan Palestina yang dibebaskan terlihat berangkat dari penjara militer Ofer milik Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Dinas Penjara Israel mengatakan bahwa 200 tahanan itu telah dibebaskan. Pembebasan kedua pihak disambut oleh kerumunan yang bersorak-sorai, termasuk warga Israel yang berkumpul di Tel Aviv dan warga Palestina yang berkumpul di Ramallah.
Baca Juga: Israel Tegaskan UNRWA Harus Berhenti Beroperasi pada 30 Januari
Adapun, menurut daftar yang diterbitkan Hamas, 200 sandera Palestina yang dibebaskan kemarin itu termasuk militan. Sekitar 26 sandera lainnya dijadwalkan untuk dibebaskan pada kesepakatan tahap pertama ini. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































