INTERNASIONAL

Rusia Siap Lanjutkan Perundingan Damai dengan Ukraina

Delegasi Rusia dan Ukraina.
Pertemuan delegasi Rusia dan Ukraina untuk pertama kalinya sejak 2022 di Turki pada 16 Mei. (Foto: Dok. Tass)

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan agar perundingan damai dengan Ukraina di Istanbul kembali digelar pada 2 Juni 2025 mendatang.

“Dengan dukungan Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, dan Turki, terciptalah kondisi untuk dimulainya kembali perundingan langsung Rusia-Ukraina,” kata Lavrov melansir TASS, Kamis (29/5).

Baca Juga: Zelensky Sebut Rusia Kerahkan 50.000 Tentara di Wilayah Sumy

Ia menyoroti bahwa putaran pertama perundingan yang berlangsung di Istanbul pada 16 Mei lalu menghasilkan kesepakatan pertukaran tawanan sebanyak 1.000 orang dari masing-masing pihak. Rusia-Ukraina juga sepakat untuk menyiapkan dokumen yang menjelaskan prasyarat menuju perdamaian.

“Pihak Rusia, sebagaimana disepakati, segera menyusun memorandum yang menjabarkan posisi kami pada semua aspek untuk mengatasi akar penyebab krisis," katanya.

“Delegasi kami, yang dipimpin oleh Vladimir Medinsky, siap untuk menyampaikan memorandum ini kepada delegasi Ukraina dan memberikan penjelasan yang diperlukan selama putaran kedua di Istanbul, Senin mendatang, 2 Juni," jelasnya.

Menanggapi usulan Lavrov, Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengatakan bahwa Kyiv sepenuhnya siap untuk gencatan senjata dengan Rusia. Ia pun menegaskan, Moskow harus menyampaikan memorandum yang dijanjikan agar perundingan mendatang dapat betul-betul menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Rusia Terus Serang Ukraina, Trump Peringatkan Putin

"Kami tidak menentang pertemuan lebih lanjut dengan Rusia dan sedang menunggu 'memorandum' mereka, sehingga pertemuan tersebut tidak akan kosong dan benar-benar dapat membawa kita lebih dekat untuk mengakhiri perang," katanya melalui platform X.

"Pihak Rusia berjanji untuk menyerahkan 'memorandum' segera setelah pertukaran. Kami meminta mereka untuk memenuhi janji itu tanpa penundaan dan berhenti mencoba mengubah pertemuan menjadi pertemuan yang destruktif," sambungnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.