Rusia-Iran akan Sepakati Perjanjian Strategis, Menlu Lavrov: Tidak Ditujukan ke Negara Manapun

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Rusia dan Iran tidak ditujukan terhadap siapa pun dan bertujuan untuk menjamin keamanan kedua negara.
"Perjanjian ini, seperti perjanjian kami dengan Korea Utara, tidak ditujukan terhadap negara mana pun. Perjanjian ini bersifat konstruktif," imbuhnya melansir Tass, laman media pemerintah Rusia, pada Rabu (15/1).
Baca Juga: Iran Luncurkan Kapal Intelijen ‘Zagros’
Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif Rusia dan Iran itu akan ditandatangani usai pertemuan presiden pada 17 Januari mendatang. Lavrov menuturkan, kesepakatan itu merupakan wujud komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama di berbagai bidang.
"(Kesepakatan ini) diarahkan untuk memperkuat potensi Rusia dan Iran, serta teman-teman kami di berbagai belahan dunia untuk mengembangkan ekonomi mereka, menyelesaikan masalah sosial, dan memastikan kemampuan pertahanan dengan aman," imbuhnya.
Baca Juga: NATO Luncurkan Operasi untuk Lindungi Jaringan Kabel Bawah Laut dari Sabotase
Ia pun mengungkapkan terdapat pihak Barat yang khawatir atas perjanjian tersebut. "(Itu) karena mereka selalu mencari cara untuk menunjukkan bahwa Rusia, Iran, China, dan Korea Utara sedang merencanakan sesuatu yang jahat terhadap seseorang," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































