Rusia Bangun Kapal Selam Baru, Akan Dilengkapi Rudal Hipersonik Zircon

Jakarta, IDM - Rusia mengatakan pihaknya akan segera melengkapi kapal selam nuklir kelas Yassen dengan rudal hipersonik Zircon. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari modernisasi yang semakin ditingkatkan sesuai perintah Presiden Rusia Vladimir Putin sejak awal tahun ini.
Dilansir dari Ria.ru, Rabu (23/8), Alexei Rakhmanov selaku CEO United Shipbuilding Corporation (USC), sebuah industri pertahanan pembuat kapal terbesar di Rusia mengatakan bahwa pembangunan kapal selam kelas Yasen secara resmi disebut sebagai Proyek 885M. Kapal selam baru itu bertenaga nuklir dan dibangun untuk menggantikan armada tua era Uni Soviet.
Baca Juga: Rusia Klaim Hancurkan Kapal Pembawa Pasukan Militer Ukraina
“Rudal Zircon akan menjadi senjata yang melengkapi kapal selam nuklir kelas Yasen. Pembangunan ke arah ini masih diproses,” kata Rakhmanov.
Dengan berat 13.800 ton, kapal selam kelas Yasen dibangun di Galangan Kapal Sevmash di Severodvinsk, Rusia. Dijuluki "permata mahkota" Angkatan Laut Moskow, Yasen dilengkapi dengan rudal Oniks (3M55) yang dapat mencapai sasaran sejauh 320 mil laut (sekitar 593 kilometer). Lalu untuk serangan ke permukaan, kapal ini akan menggunakan rudal Kalibr (3M14K) yang memiliki jangkauan 1.600 mil laut (sekitar 2.963 kilometer).
Sementara, rudal hipersonik Zircon memiliki jangkauan 485 mil laut (sekitar 900 km). Meskipun jangkauannya relatif lebih pendek dibanding Kalibr, Zircon mampu melaju hingga delapan kali kecepatan cahaya dan bermanuver usai diluncurkan. Teknologi itu membuatnya dulit dideteksi radar dan lebih efektif dalam menghindari sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Iran Pamer Drone ‘Mohajer 10’, Diklaim Mampu Jangkau Target Hingga 2.000 km
“Kapal selam 885M sedang dalam tahap uji coba negara. Setelah selesai, itu akan diserahkan kepada pelanggan negara,” ujar Rakhmanov.
Awal Februari lalu, Putin mengatakan bahwa Rusia akan mulai memproduksi massal rudal Zircon sebagai bagian dari upaya meningkatkan kekuatan nuklir nasional.
“Kami akan melanjutkan produksi massal Kinzhal hipersonik dan akan memasok massal rudal hipersonik Zircon berbasis laut,” kata Putin. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































