Rilis Kebijakan Indo-Pasifik, Kanada akan Dongkrak Keterlibatan Pertahanan dan Keamanan

Jakarta, IDM - Kanada meluncurkan strategi Indo-Pasifik yang akan mengalokasikan anggaran sebesar $ 1,7 miliar untuk meningkatkan keamanan militer dan siber di kawasan tersebut, Minggu (27/11). Pengaruh Cina yang besar di kawasan Indo-Pasifik membuat Kanada berencana untuk mengambil langkah menghadapi Cina dengan bekerja sama dalam berbagai isu.
Dilansir dari International.gc.ca, sebuah laman Pemerintah Kanada, Minggu (27/11), Dokumen Strategi Indo-Pasifik sebanyak 26 halaman menjelaskan seberapa pentingnya kawasan Indo-Pasifik bagi Kanada. Pemerintah Kanada menyatakan bahwa mereka memposisikan negaranya untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, sambil mempertahankan peran sebagai mitra yang dapat diandalkan. Melalui strategi ini, Kanada akan memperkuat kehadiran Angkatan Bersenjata serta akan meningkatkan hubungan pertahanan dengan mitra.
Dalam dokumen strategi tersebut, Kanada menegaskan perlunya kerja sama dengan Cina untuk mengatasi beberapa tekanan eksistensial termasuk proliferasi nuklir dan perubahan iklim.
"Cina adalah kekuatan global. Pendekatan kami dibentuk oleh penilaian yang realistis dan jernih terhadap Cina saat ini," ujar isi dokumen.
Kanada pun akan berpartisipasi dalam latihan militer regional sebagai anggota G7. Menurut Menhan Kanada Anita Anand, langkah meningkatkan keterlibatan militer dan intelijen di Indo-Pasifik bertujuan untuk menekan ancaman terhadap keamanan di kawasan. Selain itu, langkah diplomasi juga akan ditingkatkan dalam menjalin hubungan bilateral dengan Cina.
Baca: Kim Jong Un: Tujuan Korut Memiliki Kekuatan Nuklir Terkuat
"Kami akan terlibat dalam diplomasi, karena kami pikir diplomasi adalah kekuatan. Pada saat yang sama kami akan tegas dan itulah mengapa kami memiliki rencana yang sangat transparan untuk terlibat dengan China," ujar Menlu Kanada Melanie Joly dilansir Canada.ca. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































