INTERNASIONAL

Ranjau Meledak di Zona Demiliterisasi, Korut Bantah Terlibat

Zona Demiliterisasi Korut
Zona Demiliterisasi Korut (Foto: Dok. Britannica)

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) membantah telah menyebarkan ranjau di Zona Demiliterisasi, yang meledak dan melukai tiga tentara Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu.

Melansir KCNA, Rabu (30/9), Kim Yo-jong, adik Presiden Korut Kim Jong-un mengatakan bahwa militer Korsel "merekayasa hasil-hasil yang tidak berdasar dan membenarkan tindakan mereka demi provokasi politik dan militer terhadap DPRK."

DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korut, Democratic People's Republic of Korea.

Baca Juga: Kecam Genosida Israel, PM Qatar Anggap Netanyahu Penjahat Perang

Lebih lanjut, Kim menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Korut "tidak pernah melintasi perbatasan," dan menuduh militer Korsel mengancam mereka melalui siaran peringatan dan tembakan.

"Jika gerombolan militer ROK menembaki tentara kami yang sedang melaksanakan proyek permanen di perbatasan selatan, bukan sekadar tembakan peringatan, unit perbatasan kami akan melancarkan serangan balasan segera dan tanpa ampun," ujar Kim, merujuk pada nama resmi Korsel, Republic of Korea.

Ia menuturkan, tentara Korut telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah "guna meningkatkan sarana serangan balik taktis" dan prinsip tindakan balasan telah diperintahkan kepada unit-unit pertahanan perbatasan.

Baca Juga: Misi Pimpinan AS untuk Perangi ISIS di Irak Berakhir

"Jika tuduhan jahat dan provokasi terhadap kami di wilayah perbatasan terus berulang dan berujung pada pelanggaran wilayah serta kedaulatan militer kami yang sesungguhnya, kelompok tersebut harus menghadapi situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya," ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Pertahanan Korsel Kang Shin-chul memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil "tindakan balasan yang setimpal" jika ranjau yang meledak di Zona Demiliterisasi dipastikan milik Korut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.