Qatar: Perundingan tak Langsung AS-Iran Berlangsung Positif

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan perundingan melalui mediator Qatar, yang disebut telah menghasilkan "kemajuan positif" pada isu-isu yang dicantumkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Baca Juga: Bertemu Qatar, AS Bahas Kelanjutan Negosiasi dengan Iran
"Para mediator Qatar dan Pakistan mengakhiri pertemuan terpisah dengan para negosiator AS dan Iran di Doha, dengan kemajuan positif yang dicapai pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad, berdasarkan hasil KTT Danau Lucerne," tulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar Majed Al Ansari melalui platform X, Kamis (2/7).
"Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi dalam periode mendatang, dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran," sambungnya.
Baca Juga: Presiden Korut Tekankan Komitmen Perkuat Kemitraan dengan Cina
Adapun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu, akan dikebumikan pada 9 Juli mendatang. Namun, prosesi penghormatan dimulai sejak 4 Juli, di mana jenazah Khamenei akan disemayamkan di beberapa tempat berbeda.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































