INTERNASIONAL

Putin Tegaskan Indonesia Punya Posisi Istimewa bagi Rusia di Asia Pasifik

Presiden RI Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden RI Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menegaskan posisi penting Indonesia dalam hubungan luar negeri Rusia di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Putin, Indonesia bukan sekadar negara sahabat, tetapi memiliki kedudukan yang istimewa sebagai salah satu mitra terpenting Rusia di kawasan.

Hal itu diungkapkan Putin saat bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Putin.

Putin memperlihatkan semakin kuatnya perhatian Moskow terhadap hubungan dengan Jakarta, khususnya di tengah dinamika geopolitik Asia Pasifik yang terus berkembang.

Putin menilai hubungan Rusia dan Indonesia memiliki fondasi persahabatan yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Hubungan historis kedua negara, kata Putin, terus diterjemahkan ke dalam kerja sama yang semakin luas, termasuk di bidang ekonomi, perdagangan, teknologi, energi, dan industri.

Baca Juga: Qatar Jalin Komunikasi dengan Oman-Pakistan, Dorong Deeskalasi dan Pembukaan Selat Hormuz

Salah satu indikator perkembangan hubungan tersebut terlihat dari peningkatan volume perdagangan bilateral. Putin menyebut perdagangan Rusia-Indonesia meningkat sekitar 12 persen pada tahun lalu.

Putin membeberkan penguatan hubungan ekonomi kedua negara terus dilakukan melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis.

Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian dalam kerja sama bilateral tersebut. Di antaranya pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, serta energi.

Sektor energi nuklir juga menjadi salah satu bidang yang disebut Putin memiliki peluang untuk dikembangkan dalam hubungan kedua negara.

Putin juga menyoroti posisi Indonesia dalam lingkungan regional Asia Tenggara. Putin mengatakan Indonesia merupakan salah satu sahabat terpercaya Rusia dalam kerangka ASEAN.

Posisi Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di Asia Tenggara memberikan arti penting bagi hubungan Rusia dengan kawasan.

Baca Juga: AS Klaim Serang Target Militer Iran, Balas IRGC

Maka itu, Moskow melihat penguatan hubungan dengan Jakarta tidak hanya dalam konteks bilateral, tetapi juga dalam kerangka kerja sama regional dan multilateral.

Rusia dan Indonesia, lanjut Putin, juga terus memperkuat koordinasi melalui berbagai platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dengan demikian, hubungan Jakarta-Moskow memiliki dimensi yang lebih luas, mencakup kepentingan ekonomi, diplomasi, teknologi, energi, hingga kerja sama internasional.

“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” kata Putin.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Rusia juga memiliki posisi yang sangat penting bagi Indonesia.

Baca Juga: Presiden Aoun: Israel Terus Langgar Kesepakatan dan Serang Lebanon Selatan

Prabowo mengingatkan hubungan Indonesia dan Rusia memiliki akar sejarah yang panjang, yakni telah berlangsung selama lebih dari lima dasawarsa.

Menurut Prabowo, hubungan historis tersebut kini berkembang menuju bentuk kerja sama yang lebih strategis.

“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Prabowo.

Pertemuan Putin dan Prabowo di Vladivostok menjadi momentum penting dalam perkembangan hubungan Indonesia-Rusia.

Di satu sisi, Moskow menegaskan Indonesia memiliki posisi istimewa dalam pandangan Rusia terhadap Asia Pasifik. Di sisi lain, Jakarta melihat Rusia sebagai mitra penting yang dapat diajak memperluas kerja sama strategis.

Dengan cakupan kerja sama yang semakin luas mulai dari perdagangan, pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, energi nuklir hingga konektivitas dan maritim hubungan kedua negara berpotensi memasuki fase baru yang lebih strategis.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.