Putin Tawarkan jadi Mediator dalam Konflik Iran

Jakarta, IDM – Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa Presiden Vladimir Putin telah menawarkan agar negaranya menjadi mediator untuk meredam konflik di Timur Tengah.
Peskov menuturkan, tawarkan mediasi itu diungkapkan semenjak konflik pecah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. "Sejak awal cerita ini, sebelum dimulainya kebuntuan militer, Presiden Putin menawarkan berbagai bentuk mediasi dan layanan yang dapat membantu mengurangi ketegangan," kata Peskov melansir TASS, Selasa (10/3).
Baca Juga: AS-Israel Gencar Meluncurkan Serangan Udara, Iran Tegaskan akan Terus Membela Diri
Namun, terlepas dari semua itu, lanjut Peskov, Putin belum diterima sebagai mediator dalam penyelesaian ketegangan yang terus bekecamuk di Timur Tengah. "Kita perlu memiliki pemahaman multilateral, koordinasi multilateral. Oleh karena itu, kita harus sedikit bersabar dalam keadaan saat ini," imbuhnya.
AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Beberapa kota besar Iran, termasuk Teheran, menjadi target serangan. Pemerintahan Donald Trump beralasan, serangan dilakukan untuk menangkal ancaman rudal dan nuklir dari Iran.
Baca Juga: Rudal Iran Kembali Masuk Wilayah Turki, NATO Waspada
Iran membalas serangan tersebut dan menargetkan beberapa titik di Israel. Pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab pun menjadi target serangan. Kini, konflik antara AS-Israel dan Iran telah berdampak luas, khususnya pada komoditas minyak global. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































