INTERNASIONAL

Puluhan Negara Bahas Implikasi Penggunaan AI di Ranah Militer

KTT REAIM 2024 di Seoul (Foto: Dok. Reaim2024.kr).
KTT REAIM 2024 di Seoul (Foto: Dok. Reaim2024.kr).

Jakarta, IDM –  Lebih dari 90 negara bentuk kerangka kerja komprehensif yang menguraikan pedoman dan prinsip penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di bidang militer.

Kerangka kerja itu dibentuk saat Konferensi Tingkat Tinggi REAIM (Responsible Artificial Intelligence in the Military Domain) di Seoul, Korea Selatan, yang digelar selama dua hari sejak kemarin.

Baca juga: Perkuat Hubungan Militer, Cina akan Gelar Latihan Gabungan dengan Rusia

Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya, menindaklanjuti pertemuan perdana di Amsterdam pada tahun lalu. Saat itu, sekitar 60 negara "mendukung ajakan bertindak" tanpa komitmen hukum.

Dilansir dari Reuters, Selasa (10/9), pertemuan kali ini lebih berorientasi pada penerapan AI yang bertanggung jawab dalam ranah militer, dampak AI terhadap perdamaian dan keamanan internasional hingga tata kelola AI berkelanjutan di masa depan.

"Kami tengah mengambil langkah konkret lebih lanjut. Tahun lalu… lebih banyak tentang menciptakan pemahaman bersama, sekarang kami lebih banyak bergerak ke arah tindakan," kata Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans.

Baca Juga: Israel Serang Tenda Pengungsi Gaza, Sedikitnya 40 Orang Tewas

Kerangka kerja itu juga menjabarkan jenis penilaian risiko yang harus dilakukan dan langkah-langkah mengatasinya. Ditegaskan pula perlunya mencegah teknologi AI digunakan untuk berkontribusi pada proliferasi senjata pemusnah massal oleh aktor negara dan non-negara termasuk kelompok teroris.

KTT ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman yang seimbang tentang keuntungan dan risiko yang ditimbulkan oleh AI dalam aplikasi militer sekaligus memainkan peran penting dalam membentuk norma-norma internasional untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.