PT PAL-Rusia Perkuat Sinergi Pertahanan dan Maritim

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia melalui PT PAL Indonesia memperkuat kerja sama dengan Rusia di sektor pertahanan dan maritim. Hal ini diwujudkan dalam pertemuan dengan delegasi Dewan Maritim Federasi Rusia ke PT PAL Indonesia, Surabaya beberapa waktu lalu.
Pertemuan itu sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, di mana sektor kemaritiman menjadi prioritas utama dalam pembangunan konektivitas nasional. Fokus kebijakan itu mencakup peningkatan volume angkutan laut, penguatan tenaga kerja transportasi yang kompeten, serta peningkatan posisi Indonesia dalam indeks inovasi global.
Baca Juga: Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Temukan UXO saat Patroli
Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menekankan bahwa pertemuan itu menjadi momentum memperluas kerja sama strategis di bidang pengembangan industri maritim, konektivitas, dan transfer teknologi pertahanan.
“PT PAL butuh mitra strategis untuk dapat mendukung bidang teknologi, supply chain, Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistem digital dimana itu memiliki potensi untuk kolaborasi dengan pihak Rusia. Mulai dari kapal perang, kapal komersial hingga bidang energi maritim terbarukan” ujarnya melansir keterangan tertulis PT PAL Indonesia, Kamis (6/11).
Kedua pihak juga membahas peluang strategis dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan melibatkan Rosatom, perusahaan nuklir terkemuka asal Rusia. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan keberlanjutan dan kesiapan ekosistem industri nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan energi di masa depan.
PT PAL Indonesia dan Rusia juga menjajaki kerja sama dalam bentuk program vokasi, pelatihan teknis, serta magang industri. “Kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang transfer pengetahuan bagi generasi muda maritim Indonesia,” tambah Kaharuddin.
Baca Juga: Hamas Kembali Pulangkan Jasad Tawanan ke Israel
Sementara, Delegasi Dewan Maritim Federasi Rusia dipimpin oleh Penasihat Presiden Federasi Rusia Patrushev Nikolai, menegaskan pihaknya terbuka dengan semua potensi kerja sama di bidang maritim meliputi teknologi pertahanan.
“Rusia memiliki semua teknologi kapal perang yang dibutuhkan, dan kita ingin membaginya dengan Indonesia lewat PT PAL yang kita tahu telah melalui perkembangan yang sangat pesat” ujar Patrushev. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































