INTERNASIONAL

Proyektil Hantam Bandara Saudi, Indonesia Desak Konflik Dihentikan

Bandara Internasional King Khalid
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: Dok. KKIA)

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia mendesak agar eskalasi di Yaman, yang meluas ke Arab Saudi dan menewaskan total sekitar 13 warga sipil, segera dihentikan.

Yaman telah dilanda konflik sejak Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan beberapa provinsi pada 2014, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk campur tangan pada Maret 2015 guna mendukung pemerintah yang diakui secara internasional mempertahankan keamanan wilayah.

Baca Juga: Mahkamah Pidana Internasional Kecam Sanksi AS, Halangi Penegakkan Keadilan

Perang saudara itu sempat meredup berkat gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022. Kemudian pada Juli lalu, ketegangan kembali berkecamuk ketika para pihak mulai saling melakukan serangan udara.

Selama seminggu terakhir, beberapa bandara di Arab Saudi telah menjadi target serangan Houthi. Pada Minggu (11/10) malam waktu setempat, sebuah proyektil menghantam Bandara Internasional King Khalid. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi (The General Authority of Civil Aviation/GACA) melaporkan bahwa satu warga negara Pakistan tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan tersebut. Dengan demikian, total korban tewas mencapai 13 orang.

Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap agar para korban luka dapat segera pulih. Indonesia pun mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata.

Baca Juga: Kenal lebih Dekat dengan Navi Pillay, Peraih Nobel Perdamaian 2026

"Indonesia kembali mendesak seluruh pihak terkait untuk menghentikan serangan dan aksi balasan, menahan diri secara maksimal, serta memastikan seluruh tindakan sejalan dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," tulis Kementrian Luar Negeri Indonesia, melalui platform X, Senin (12/10).

"Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial seluruh negara di kawasan. Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai," tegasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.