Presiden Ukraina Kecam Serangan Rusia di Hari Natal

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan skala besar 'tidak manusiawi' Rusia ke jaringan listrik negaranya selama perayaan Natal. Serangan itu menewaskan satu orang dan memperluas pemadaman listrik.
"Putin sengaja memilih Natal untuk melakukan serangan. Apa yang lebih tidak manusiawi? Lebih dari 70 rudal, termasuk rudal balistik, dan lebih dari seratus drone serang," imbuhnya melalui platform X, dikutip pada Kamis (26/12).
Baca Juga: Sepanjang 2024, Ini Dia Sembilan Negara yang Mengakui Negara Palestina
"Itu bukanlah keputusan spontan. Itu adalah pilihan yang disengaja, tidak hanya dari segi target tetapi juga waktu dan tanggal," sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menembak jatuh lebih dari 50 rudal dan sejumlah besar drone. "Kita akan memulihkan keadaan semaksimal mungkin. Kejahatan Rusia tidak akan menghancurkan Ukraina dan tidak akan merusak Natal," pungkasnya.
Baca Juga: Cina Kecam Rencana Filipina Akuisisi Rudal Typhon AS
Sementara pada hari yang sama, Kementrian Pertahanan (Kemhan) Rusia melaporkan pasukannya telah melakukan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi utama di Ukraina. Pihaknya juga berhasil menangkal serangan balik Ukraina di beberapa wilayah termasuk Kursk.
"Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melancarkan serangan massal dengan persenjataan presisi jarak jauh dan drone serang ke fasilitas infrastruktur listrik penting yang menjamin operasi perusahaan industri pertahanan Ukraina. Sasaran serangan telah tercapai. Semua target telah diserang," kata Kemhan Rusia melalui Telegram @mod_russia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































