Presiden Prabowo-Macron Bertemu di Élysée, Indonesia Perkuat Peran Strategis di Eropa

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto disambut secara resmi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan kehadiran pasukan kehormatan yang memberikan penghormatan militer, mencerminkan penghargaan tinggi terhadap kunjungan kepala negara Indonesia.
Baca Juga: Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz
Kedua pemimpin kemudian melaksanakan pertemuan empat mata di ruang Les Salon des Portraits.
Dalam diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, termasuk penguatan kerja sama pertahanan, investasi, serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan global.
Pertemuan dilanjutkan dengan jamuan makan siang resmi yang menjadi simbol kedekatan hubungan personal antara kedua pemimpin.
Baca Juga: Pekan Ini, AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia memperluas kemitraan global, setelah sebelumnya Presiden Prabowo melakukan pertemuan penting dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis global melalui diplomasi aktif di berbagai kawasan,” ungkap Prabowo. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































