Presiden AS-Cina bertemu di Bali, Diskusi 3 Isu Utama

Jakarta, IDM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu secara bilateral dengan Presiden Cina Xi Jinping sebelum menghadiri KTT G20 di Bali, Senin (14/11). Kedua presiden saling bertukar pandangan secara mendalam tentang 3 isu utama, yaitu hubungan strategis antara Cina-AS, hubungan dengan Taiwan, serta isu global tentang konflik Rusia-Ukraina.
Dalam pertemuan hangat yang berlangsung sekitar 3 jam, kedua pemimpin negara melakukan pembicaraan perihal isu yang seringkali menjadi perhatian dunia. Mereka saling tukar pikiran secara terbuka tentang niat dan prioritas 3 isu utama, yaitu:
Pertama, Cina dan AS akan selalu membangun hubungan strategis dan mengelola perbedaan yang ada dengan cara-cara damai. Presiden Biden tidak menampik adanya perbedaan prioritas dan persaingan dengan Cina, namun ia memastikan bahwa perbedaan tersebut tidak menghalangi terjalinnya hubungan kedua negara secara damai.
“Cina dan AS dapat mengelola perbedaan, mencegah persaingan menjadi sesuatu yang mendekati konflik dan menemukan cara untuk bekerja sama,” ujar Presiden Biden seperti dilansir Whitehouse.gov .
Kedua, Cina dan AS menegaskan Kebijakan Satu Cina (One China Policy) tetaplah sama dan tidak akan pernah berubah. Berdasarkan keterangan dari Fmprc.gov, sebuah laman Kemlu Cina, dalam pertemuan ini Presiden Xi menekankan bahwa fondasi dari hubungan dengan AS adalah menghormati dan mematuhi kebijakan Satu Cina termasuk Tiga Komunike Bersama.
Presiden Biden pun memiliki pandangan serupa dan berkomitmen untuk menghindari konflik di Selat Taiwan. “Kebijakan Satu Cina kami tidak berubah. Kami menentang perubahan sepihak status quo di kedua sisi dan kami berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” ujarnya.
Ketiga, Cina dan AS sepakat bahwa konflik dan perang tidak menghasilkan pemenang, ini terkait dengan krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Dalam menghadapi tantangan global tersebut, Cina dan AS memiliki pandangan yang sama bahwa mereka memiliki peran mendorong perdamaian.
Baca: Bertemu Secara Bilateral, Jepang dan Indonesia Sepakat Perkuat Kerja Sama
“Kami membahas agresi Rusia terhadap Ukraina, menegaskan kembali keyakinan bersama terhadap ancaman, di mana penggunaan senjata nuklir sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Presiden Biden.
Presiden Biden dan Presiden Xi mengakhiri pertemuan tersebut dengan kesepakatan untuk mempertahankan kontak reguler dan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken akan mengunjungi Cina dalam rangka menindaklanjuti diskusi mereka. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































