Prajurit TNI di Lebanon Kembali Terluka, Indonesia Desak Penguatan Perlindungan Peacekeeper

Jakarta, IDM – Indonesia mendesak evaluasi dan penguatan perlindungan pasukan perdamaian di bawah naungan PBB (peacekeeper) khususnya UNIFIL. Hal itu diungkapkan usai insiden terjadi untuk ketiga kalinya di Lebanon, yang melukai tiga prajurit TNI.
"Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Terlepas dari apapun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya," kata Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI melansir keterangan tertulis, Sabtu (4/4).
Baca Juga: AS Masih Cari Awak Pesawat Tempur yang Ditembak Jatuh Iran
"Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL serta melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL," sambungnya.
Indonesia juga kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Prajurit TNI jadi Korban Lagi di Lebanon, Dua Luka Serius
Serangan yang berulang ini membahayakan para peacekeeper dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, yang tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
"Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon Selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, beresiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB," pungkas Kemlu RI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































