INTERNASIONAL

Prabowo Dukung Reformasi PBB: Negara Selatan Dunia Harus Punya Peran Lebih Besar

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto mendukung penug adanya Reformasi PBB. (Foto: Dok. Setpres RI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto, mendukung reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar negara-negara dari Selatan Dunia (Global South) mendapat porsi peran yang lebih besar dalam tata kelola dunia.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam pernyataan resminya seusai pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Palácio do Planalto, Brasilia, Rabu (9/7).

Baca Juga: Bersitegang dengan Cina, Taiwan Gelar Latihan Militer Skala Besar

“Kami mendukung pemikiran Presiden Lula bahwa PBB harus direformasi untuk meningkatkan suara para pemain besar baru dalam panggung global,” tegas Prabowo dalam konferensi pers bersama.

Dalam konteks dinamika global yang terus berkembang, Prabowo menekankan bahwa negara-negara berkembang dengan populasi besar dan ekonomi, kuat harus dilibatkan secara lebih proporsional dalam pengambilan keputusan global.

“Brasil adalah negara yang sangat besar, penduduknya banyak, dan punya ekonomi yang kuat. Saya rasa kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin. Dan saya pikir kita harus menggabungkan upaya kita, menggabungkan suara kita untuk bersama-sama mendorong reformasi ini,” ungkap dia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga menegaskan dukungan terhadap perdamaian di Ukraina dan Gaza, serta menyepakati kerja sama lebih konkret dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi pertanian, energi terbarukan, hingga pertahanan dan perdagangan.

Baca Juga: Satgas Patriot II Mendapat Kehormatan Tampil di Barisan Terdepan Parade Bastille Day 2025

"Kita harus bangkit dan bertanggung jawab untuk mencoba mencapai terobosan dalam konflik di Ukraina dan juga di Timur Tengah. Di Ukraina, saya rasa saya setuju dengan konsep dan pemikiran Anda untuk melanjutkan peran kelompok 'negara sahabat' demi mendorong gencatan senjata yang nyata dan secepat mungkin," jelas Prabowo.

"Dan di Timur Tengah, sekali lagi, kami sangat menghargai sikap tegas Anda tentang perlunya gencatan senjata segera di Gaza, serta bahwa satu-satunya solusi adalah solusi dua negara. Kami sangat menghargai dukungan kuat Anda untuk hal ini," pungkas dia. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.