Polandia Siap Bantu Finlandia dan Swedia dari Ancaman

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan, bahwa pemerintah Polandia akan membantu Finlandia dan Swedia, jika mereka diserang sebelum memperoleh keanggotaan Aliansi NATO.
“Saya menganggap masuknya Swedia dan Finlandia ke NATO sebagai sinyal penting untuk memperkuat keamanan di Eropa,” kata Morawiecki seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/5).
“Saya ingin menjelaskan bahwa jika terjadi serangan terhadap Swedia atau Finlandia selama aksesi, Polandia akan membantu mereka,” sambungnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (18/5) Finlandia dan Swedia secara resmi telah mendaftar untuk bergabung dengan NATO di markas aliansi di Brussels, Belgia. Kini, kedua negara Nordik tersebut akan memulai proses bergabung menjadi anggota NATO.
Swedia dan Finlandia merupakan negara yang netral selama perang dingin, keputusan mereka tersebut untuk bergabung dengan NATO merupakan salah satu perubahan paling signifikan dalam pembangunan keamanan Eropa selama beberapa dekade terakhir. (ADT)
Hankam

Penerbang Helikopter Caracal TNI AU Uji Kemampuan Water Bombing dari KRI Sriwijaya
Penerbang helikopter Caracal TNI AU menggelar latihan Shipboard Operation dengan menguji kemampuan water bombing dari KRI Sriwijaya-100 guna meningkatkan kesiapan operasi penanggulangan karhutla dan memperkuat interoperabilitas antarmatra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































