Personel TNI UNIFIL Gugur akibat Serangan Israel, Indonesia Pastikan Repatriasi Segera

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia akan memastikan repatriasi segera prajurit TNI yang gugur akibat serangan artileri tidak langsung Israel menghantam markas Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL, dekat Adchit Al Qusayr, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.
"Pemerintah Republik Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka," kata Jubir Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang, Senin (30/3).
Baca Juga: Lawatan Perdana Presiden Prabowo ke Jepang, Fokus Perkuat Hubungan 68 Tahun
Insiden terjadi di tengah konflik yang kembali memanas antara Pasukan Bersenjata Israel atau IDF dengan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan. Pemerintah Indonesia pun mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.
"Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional. Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka," katanya.
Baca Juga: Bantu Iran, Houthi Turun Gelanggang Serang AS-Israel dengan Rudal Balistik
Lebih lanjut, Kemlu RI turut menyerukan pihak-pihak terkait untuk menghormati keselamatan dan keamanan personel UNIFIL sesuai hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan para personel UNIFIL, tegas Kemlu RI, tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian.
"Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































