Perkuat Pertahanan, Korsel akan Latih 500.000 ‘Prajurit Drone’

Jakarta, IDM – Korea Selatan (Korsel) akan memperluas kemampuan drone dan anti-drone termasuk dengan melatih 500.000 “prajurit drone”.
Melansir Reuters, Jumat (26/6), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korsel mengatakan bahwa pihaknya juga berencana untuk memproduksi 110.000 drone pada tahun 2029. Ratusan ribu drone itu akan digunakan sebagai perlengkapan standar bagi para prajurit.
Baca Juga: Lebih dari 11.000 Pelaut Terdampar di Selat Hormuz, PBB Mulai Evakuasi
“Drone seharusnya tidak lagi menjadi peralatan yang digunakan oleh sejumlah unit terbatas, tetapi menjadi alat tempur universal,” kata Menteri Pertahanan Ahn Gyu-back.
Ahn menuturkan, Seoul akan berupaya menggunakan 100 persen komponen dari dalam negeri daripada buatan Cina, sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran keamanan.
Baca Juga: Ingin Takuti Lawan, Presiden Korut Uji Coba Senjata Strategis
“Drone berbiaya rendah yang dioperasikan dalam jumlah besar secara fundamental mengubah sifat peperangan,” kata Ahn.
Ia juga memperingatkan bahwa Korut turut mengembangkan sistem nirawak, yang meningkatkan ancaman terhadap fasilitas militer dan sipil. Korsel pun akan memperluas sistem anti-drone seperti senjata laser dan gelombang mikro berdaya tinggi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































