PARLEMEN

Pemisahan Fungsi Pertahanan dan Keamanan Dinilai Penting dalam Penggunaan Komponen Cadangan

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Wacana pelibatan Komponen Cadangan (Komcad) dalam rangkaian pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa memunculkan pembahasan mengenai pentingnya menjaga batas yang jelas antara fungsi pertahanan negara dan tugas pengamanan ketertiban masyarakat.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, menilai Komcad merupakan instrumen yang dibentuk untuk mendukung sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman strategis, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan ketentuan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat terkait kemungkinan keterlibatan Komcad dalam pengamanan demonstrasi merupakan hal yang wajar.

Baca Juga: Pengawasan Ruang Udara Indonesia Timur Perlu Diperkuat, Ancaman UAV jadi Sorotan

Ia mengingatkan Komcad terdiri dari warga negara yang telah mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran dan sebagian di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kekhawatiran masyarakat sipil itu masuk akal. Bayangkan apabila aksi demonstrasi mahasiswa berhadapan langsung dengan Komcad yang juga ASN, bila terjadi benturan maka hal itu berpotensi memicu konflik horizontal," ujar TB Hasanuddin, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara telah mengatur secara jelas mekanisme penggunaan Komcad.

Dalam regulasi tersebut, Komcad diproyeksikan sebagai kekuatan pendukung pertahanan yang dapat dimobilisasi dalam kondisi tertentu dan atas keputusan negara.

Baca Juga: Sinergi TNI-Polri Dinilai Krusial Perkuat Stabilitas Keamanan Dalam Negeri

"Komcad digunakan dalam keadaan perang atau keadaan khusus, seperti menghadapi kondisi tertentu seperti bencana alam besar. Penggunaannya juga harus berdasarkan perintah Presiden," jelasnya.

TB Hasanuddin menambahkan, pada masa damai, fokus utama Komcad adalah pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta.

Oleh karena itu, menurutnya, fungsi Komcad sebaiknya tetap diarahkan pada penguatan kapasitas pertahanan nasional dan tidak ditempatkan pada ranah pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

"Dalam keadaan damai, Komcad hanya dilakukan pembinaan semata, bukan untuk dikerahkan menghadapi aksi demonstrasi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Iran Kembali Diserang AS, Anggota Komisi I Minta Pemerintah Indonesia Serukan Perdamaian di Forum Internasional

Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya Surat Kementerian Pertahanan Nomor B/752/VI/2026/BACADNAS tertanggal 11 Juni 2026 yang memerintahkan sekitar 500 ASN anggota Komponen Cadangan untuk mengikuti Apel Siaga Komcad di lingkungan Kementerian Pertahanan pada 12 Juni 2026.

Dalam perspektif pertahanan, perdebatan mengenai penggunaan Komcad dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman publik mengenai peran masing-masing instrumen negara.

Kejelasan fungsi antara unsur pertahanan dan keamanan dipandang sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga profesionalisme institusi sekaligus memastikan sistem pertahanan nasional berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.