PBB Kecam Konflik yang Kembali Berkecamuk di Sudan

Jakarta, IDM – Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengecam memanasnya konflik di Sudan, yang menewaskan dan melukai puluhan orang. Konflik berkepanjangan itu juga semakin menambah jumlah warga yang terpaksa mengungsi.
Melansir UN News, Selasa (20/10), eskalasi terbaru melibatkan serangkaian serangan drone yang melukai sekitar 19 orang di Abyei. Beberapa titik lain di Ibu Kota Khartoum, termasuk area dekat bandara juga menjadi target serangan. Satu warga sipil dilaporkan tewas dan beberapa penerbangan dibatalkan akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Cina Sebut USS Charleston Memasuki Perairan secara Ilegal
Sementara, serangkaian serangan drone di Darfur Barat, Darfur Selatan dan Negara Bagian Kordofan Utara pada pekan lalu dilaporkan menewaskan sekitar 19 orang termasuk 10 anak-anak. “Kami mengutuk semua serangan ini tanpa syarat,” kata Dujarric.
Ia juga menyoroti penargetan terhadap staf bantuan kemanusiaan. Sejak konflik dimulai, sebanyak 25 relawan Red Crescent Sudan tewas saat bertugas. Konflik di Sudan pecah pada April 2023 antara Angkatan Bersenjata Sudan atau Sudanese Armed Forces (SAF) dan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
Pada pekan lalu, seorang relawan Red Crescent Sudan tewas saat memberikan pertolongan pertama di pusat kesehatan di Um Darfa, Negara Bagian Nil Biru, akibat serangan drone terhadap fasilitas tersebut.
Baca Juga: Perselisihan Tawanan Perang, Korsel Tarik Duta Besar dari Ukraina
“Penargetan terhadap mereka yang mempertaruhkan nyawa untuk membantu orang lain dalam situasi kemanusiaan sangatlah keji,” imbuhnya, seraya menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas dan personel medis, harus dilindungi sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Terlepas dari tantangan yang dihadapi, PBB bersama mitra kemanusiaan terus memberikan bantuan penting. Baru-baru ini, mitra PBB merehabilitasi fasilitas air di Zalingei dan memulihkan akses air bersih bagi sekitar 2.500 orang. Lebih dari 2.000 keluarga pun telah menerima dukungan air, sanitasi, dan kebersihan.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































