INTERNASIONAL

Pakistan Sebut Perundingan Damai dengan Afghanistan Gagal

Afghanistan dan Pakistan
Afghanistan dan Pakistan sepakat gencatan senjata setelah dimediasi oleh Qatar dan Turki di Doha pada 19 Oktober lalu. (Foto: Dok. X/MoFa Qatar)

Jakarta, IDM – Pakistan mengatakan bahwa perundingan damai dengan Afghanistan gagal menghasilkan solusi yang efektif. Perundingan di Istanbul ini digelar untuk mencapai perdamaian jangka panjang setelah konflik yang menewaskan puluhan orang.

Sebelumnya, Pakistan-Afghanistan sepakat untuk melakukan gencatan senjata setelah mediasi di Doha pada 19 Oktober 2025. Namun, kedua negara itu tidak dapat menyepakati solusi saat perundingan lanjutan yang dimediasi Turki dan Qatar di Istanbul pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda ke-97, Prabowo Ingatkan Pemuda Jangan Takut Gagal

"Pihak Afghanistan terus menyimpang dari akar permasalahan, menghindari poin kunci yang menjadi dasar dimulainya proses perundingan. Alih-alih menerima tanggung jawab, Taliban Afghanistan justru menyalahkan, mengalihkan perhatian, dan tipu daya. Dengan demikian, dialog tersebut gagal menghasilkan solusi yang efektif," kata Menteri Informasi Pakistan Attaulah Tarar melalui platform X resminya, Rabu (29/10).

Pakistan-Afghanistan merupakan negara tetangga yang sering bersitegang. Kedua negara saling tuduh telah memulai bentrokan di perbatasan sepanjang 2.600 km, yang menewaskan puluhan orang termasuk warga sipil dan melukai ratusan lainnya selama bulan ini.

Militer Pakistan menuduh Taliban gagal menindak Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), jaringannya yang telah meningkatkan serangan lintas batas di wilayah Pakistan. TTP juga disebut beroperasi dari tempat persembunyian di Afghanistan.

Baca Juga: Israel Kembali Terima Tawanan Tewas dari Hamas

Namun, Taliban membantah tuduhan tersebut. Sebaliknya, Pakistan disebut sengaja menyebarkan informasi palsu untuk mendestabilisasi Kabul. Mereka juga menuduh Pakistan melindungi militan yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), guna melemahkan Taliban.

Dari sumber yang mengetahui perundingan damai Pakistan-Afghanistan dilansir Reuters, Taliban tidak bersedia berkomitmen untuk mengendalikan TTP. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.