Optimalisasi Aset Strategis Perkuat Sinergi Pertahanan dan Transportasi Udara Nasional

Jakarta, IDM – Upaya memperkuat sinergi antara sektor pertahanan dan layanan transportasi udara nasional kembali mendapat perhatian.
Pemanfaatan aset negara secara terpadu disebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mendukung kepentingan nasional yang lebih luas.
Dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) II Makassar, Sulawesi Selatan, Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere mendorong percepatan kerja sama pinjam pakai aset antara TNI Angkatan Udara dan Angkasa Pura.
Baca Juga: Kesejahteraan Pilot Tempur jadi Kunci Penguatan Pertahanan Udara Nasional
Menurutnya, kolaborasi tersebut jadi bentuk optimalisasi aset negara yang dapat memberikan manfaat bagi penguatan fungsi pertahanan maupun pengelolaan infrastruktur penerbangan sipil.
Daeng Sere menilai aset yang dikelola oleh kedua institusi merupakan bagian dari kekayaan negara yang harus dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Melalui kerja sama yang terstruktur, pemanfaatan aset strategis di lingkungan kebandarudaraan dan pertahanan diharapkan dapat berjalan lebih efisien tanpa mengurangi fungsi utama masing-masing institusi.
“Kami akan mengawal semaksimal mungkin proses pinjam pakai aset ini. Harapannya kerja sama antara TNI AU dan Angkasa Pura dapat berjalan baik sesuai aturan yang berlaku,” ujar Daeng Sere.
Dalam perspektif pertahanan, sinergi pemanfaatan aset tersebut dinilai penting untuk mendukung kesiapan infrastruktur udara nasional yang memiliki peran ganda, baik untuk kepentingan pertahanan negara maupun pelayanan transportasi publik.
Model kerja sama antarlembaga negara juga dapat menjadi contoh dalam pengelolaan aset strategis yang mampu meningkatkan nilai manfaat tanpa menghilangkan aspek pengawasan dan tata kelola yang baik.
Selain mendorong percepatan kerja sama, Daeng Sere turut mengapresiasi jajaran Kodau II Makassar atas pengelolaan aset yang dinilai tertata dan terdokumentasi dengan baik.
Baca Juga: Pemisahan Fungsi Pertahanan dan Keamanan Dinilai Penting dalam Penggunaan Komponen Cadangan
Menurutnya, sistem pencatatan yang diterapkan telah memberikan gambaran yang jelas mengenai pengelolaan aset negara di lingkungan TNI AU.
“Pada prinsipnya ini kerja sama antarinstansi negara. Karena sama-sama aset negara, yang terpenting adalah pemanfaatannya dilakukan secara akuntabel dan sesuai regulasi,” katanya.
Ia berharap kesepahaman antara Angkasa Pura dan Kodau II Makassar dapat segera terwujud sehingga proses pemanfaatan aset dapat berjalan efektif, mendukung kebutuhan operasional masing-masing lembaga, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi udara dan pertahanan nasional.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































