Netanyahu Ungkapkan Alasan Israel Menyerang Suriah

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan alasan Israel menyerang Suriah melalui pesan video, kepada komunitas minoritas Druze di Israel.
Dalam pernyataannya, Netanyahu meminta mereka untuk tidak menyeberang ke Suriah barat daya guna mendukung milisi Druze Suriah, dalam konflik bersenjata melawan kelompok Badui dan pemerintah setempat di provinsi Suwayda.
Namin militer Israel justru melancarkan serangan udara ke ibu kota Suriah, Damaskus, saat saat seruan itu disampaikan.
Baca Juga: Cina dianggap Sebagai Ancaman di LCS: Survei
Netanyahu mengeklaim bahwa pengerahan militer Israel dilakukan untuk membela warga Druze.
“Saudara-saudaraku, warga Druze Israel, situasi di Suweyda Suriah barat daya sangat serius," ungkap Netanyahu, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (18/7).
“Kami bertindak untuk menyelamatkan saudara-saudara Druze kami dan untuk melenyapkan geng-geng rezim,” tambah Netanyahu.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Soroti Pentingnya Hormati Kedaulatan Negara, Kecam Intervensi Israel di Suriah
Bentrokan antara kelompok Druze dan komunitas Badui lokal di Suwayda semakin memanas. Pemerintah Suriah yang baru terbentuk sejak tergulingnya rezim Bashar al-Assad pada Desember silam berupaya memulihkan kendali atas wilayah tersebut.
Tetapi rencana pemerintah Suriah terganggu oleh serangan Israel yang terus menargetkan instalasi militer Suriah di dekat perbatasan.
Terdapat sekitar 700.000 orang Druze di Suriah, sementara di Israel terdapat sekitar 150.000. Sebagian besar warga Druze Israel menganggap diri mereka memiliki hubungan erat dengan negara Yahudi sejak pendiriannya pada 1948.
Baca Juga: NATO: Patriot akan Dikirim ke Kyiv Secepat Mungkin
Walaupun Netanyahu berdalih menyerang untuk melindungi Druze, sejatinya Israel telah menggempur Suriah sebelum pecahnya konflik Suwayda baru-baru ini.
Israel dilaporkan telah menyerang wilayah Suriah dan menduduki wilayah seluas 400 km persegi, di luar Dataran Tinggi Golan yang telah dikuasainya sejak 1967.
Pemerintah Suriah menuding Israel sebagai pihak yang mengkhianati stabilitas kawasan. Hal itu lantaran Israel terus melakukan intervensi militer yang mengabaikan kedaulatan negara lain. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































