NATO Rencana Tambah Pasukan Pertahanan Di Eropa Timur

Jakarta, IDM - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan memberi tahu komandan militernya untuk menyusun rencana baru, salah satu rencana NATO akan membangun lebih banyak pasukan dan pertahanan rudal di Eropa timur untuk mencegah serangan Rusia, Rabu (16/03/22).
Hal tersebut dilakukan NATO setelah Rusia Secara lugas menyerang Ukraina dalam invasi yang dilakukan sejak (14/02/22).
Sejauh ini, setidaknya 10 anggota NATO termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis, telah mengerahkan lebih banyak pasukan, kapal, dan pesawat tempur ke sisi timur.
Para Menteri Pertahanan dari negara-negara anggota NATO akan memberikan nasihat militer di markas besar NATO kepada para komandan pasukan.
"Kita perlu mengatur ulang postur militer kita untuk realitas baru ini," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dikutip dari Channel News Asia (CAN), Kamis (17/03/22).
Lebih lanjut menurutnya, para Menteri akan memulai diskusi penting tentang langkah-langkah konkret untuk memperkuat keamanan jangka Panjang, di semua wilayah.
Selain itu, mereka juga akan mendengar pernyataan dari Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov. Reznikov diperkirakan akan meminta lebih banyak senjata dari masing-masing negara NATO, ketika serangan Rusia di kota-kota Ukraina berlanjut dan militer Rusia berusaha menguasai Kyiv.
"Kami harus terus menunjukkan dalam tindakan dukungan kami ke Ukraina," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace saat tiba di pertemuan Nato.
NATO berlatih untuk membantu anggotanya sendiri saat perang Ukraina bergemuruh. Meskipun Ukraina berulang kali mengatakan ingin bergabung ke NATO untuk mendapatkan keuntungan dari perlindungannya, Kyiv mengatakan bahwa pihaknya memahami Ukraina tidak memiliki pintu terbuka untuk keanggotaan NATO.
Rudal Rusia menghantam pangkalan Ukraina di dekat perbatasan dengan anggota NATO Polandia pada 13 Maret, membawa invasi ke depan pintu NATO.
Amerika Serikat (AS) mengatakan, rudal-rudal tersebut menegaskan kemampuan Moskow untuk menyerang sekutu timur NATO. Washington juga telah memperingatkan konsekuensi berat bagi Moskow meluncurkan serangan kimia di Ukraina. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































