NATO akan Perkuat Pertahanan di Sisi Timur Setelah Polandia Tembak Jatuh Drone

Jakarta, IDM – NATO berencana untuk memperkuat pertahanan di bagian timur. Hal ini diungkapkan beberapa hari setelah Polandia menembak jatuh drone yang melanggar wilayah udara.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut inisiatif 'Eastern Sentry' akan melibatkan berbagai aset Sekutu termasuk teknologi yang dirancang untuk menghadapi ancaman drone.
Baca Juga: Temui Yang Mulia Syekh Tamim, Presiden Prabowo Tegaskan Dukung Kedaulatan Qatar
Terkait pelanggaran wilayah udara Polandia, Rutte mengatakan bahwa insiden itu menunjukkan kecerobohan Rusia di sepanjang sisi timur NATO semakin sering terjadi. Dengan demikian, ia menekankan pentingnya menjaga setiap jengkal wilayah sekutu termasuk Polandia.
"Inilah sebabnya kami menempatkan pasukan darat terdepan di delapan negara, dengan kontribusi dari setiap sekutu yang mendukung kontingen ini, dan rencana untuk meningkatkan kehadiran kami jika dan ketika diperlukan," ujarnya melansir keterangan resmi NATO, Sabtu (13/9).
Baca Juga: Polandia Kerahkan 40.000 Tentara ke Perbatasan, Tanggapi Latma Militer Rusia-Belarus
Sebelumnya, sebanyak 19 drone yang diduga miliki Rusia memasuki Polandia. Belasan drone itu ditembak jatuh dengan bantuan dari negara anggota NATO lainnya, termasuk Belanda dan Prancis yang masing-masing mengerahkan pesawat tempur. Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa drone yang ditembak jatuh di Polandia adalah milik militer Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































